Selasa, 23 Oktober 2018

Hai Anak Pesantren, Inilah Sepercik Kenangan Yang Membuatmu Rindu Penjara Suci

Matahari terbenam di balik gedung berlantai dua di salah satu kota pelajar, aku mulai mengingat tentang kita dulu. Ya, tentu hanya kita yang tau. Aroma persahabatan yang kental seperti keluarga sendiri. Kita dulu pernah tinggal satu gedung selama 6 tahun untuk menuntut ilmu bersama, tentu saja kenangan itu tak akan pernah sirna. Izinkan aku untuk mengenang sedikit masa-masa indah itu, masa remaja yang penuh suka dan duka.

Penjara suci, bukanlah sebuah penjara tempat para napi. Itu hanyalah istilah kami para santri dengan menyebut nama lain dari pondok pesantren. Disebut penjara karena kami tidak dibolehkan untuk melakukan kegiatan di luar lingkungan pondok pesantren, suci karena kami di taruh di sana untuk belajar makna kehidupan yang didasari pendidikan agama.

Hai para santri, bukankah kenangan kita sama, yang berbeda hanyalah tempat dan kawan saja. Kalau begitu simaklah dan jangan lupa tertawa.

1. Latian Untuk Berumah Tangga Dengan Bangun Pagi

Teruntuk my best friends yang jauh disana, masih ingatkah kamu ketika kita sama-sama terbangun dari tidur untuk sholat subuh berjama’ah? ketika adzan berkumandang, kita berebut untuk mengambil air wudhu lalu berlari ke masjid supaya tidak tertinggal. Karena jika sampai imam selesai sholat, itu artinya kita tidak akan ikut berjama’ah, pasti siraman gayung akan mengalir di wajah kita bersama dengan hukuman karena tidak disiplin.

Bukan sekali dua kali kita melakukan hal itu, bahkan sering kali kita lakukan karena tidur yang lebih sedikit di bandingkan dengan remaja umumnya. Bukan hanya itu aja masalahnya, entah kenapa di pondok sering banget kekurangan air. Padahal warga sekitar tak pernah merasa begitu.

2. Hanya Santri Yang Punya Berbagai Gaya Posisi Tidur

Masih ingatkah kalian di saat mengaji setelah sholat subuh? Sebenarnya hal itu adalah kegiatan terberat di dalam pondok pesantren. Bayangkan saja, kami harus membaca dan mengartikan kitab serta memahami isi kandungan dalam keadaan masih mengantuk. Pastinya banyak santri yang tertidur saat itu, aku ingat benar. Bahkan ustad yang melihatnya pun sampai tertawa melihat tingkah konyol kami. Rasanya, hanya santri yang bisa tidur dalam posisi duduk sempurna.

3. Antrian Mandi

Setelah itu kami diberi jeda untuk bersih-bersih kamar dan lainnya hanya dalam waktu satu jam, dan dalam satu pondok pesantren hanya terdapat 6 kamar mandi dan 7 wc, sedangkan santrinya mencapai ratusan. Seringkali kami harus mengantri untuk mandi. Bahkan kami sampai mengantri tepat di depan pintu kamar mandi supaya antrian kami tidak hilang. Di situ kami terlatih untuk tidak bersikap egois. Jadi kalau dihitung, antri 1 jam tetapi kami hanya mandi sekitar 3 menit dan itu lebih dari cukup bagi kami yang penting judulnya mandi sih.

4. Ketika Mendapat Banyak Makanan

Wah, betapa banyaknya memori yang aku simpan tentang masa itu. Itulah masa terindah yang paling ku kenang, karena bertemu dengan orang baru lintas daerah, tapi juga hal menyedihkan karena harus berpisah dengan orang tua, adik dan kakak. Kami di pondok tidak di ajarkan untuk berbuat arogan tetapi peduli terhadap sesama. Ketika teman kehabisan uang, kami saling meminjamkan. Ketika teman sekamar yang sakit kami akan bersama mengurusnya hingga sembuh. Betapa sangat solid kami dulu, bahkan kami semua berprinsip : barang yang kamu punya milik bersama. Hehe.

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. wuahaha, bener banget ini.Dulu pernah tinggal di asrama 3 tahunan dan ngalamin ini semua hahahaa

    BalasHapus

www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com