Rabu, 10 Januari 2018

5 Suku Asli Indonesia yang Menarik untuk Dikunjungi

Bukan rahasia lagi jika Indonesia terdiri dari berbagai suku. Berkunjung ke pedalaman untuk bertemu suku-suku asli Indonesia kenapa tidak? Selain disuguhi pemandangan alam yang masih asri, kita akan banyak belajar mengenai nilai budaya dari tiap suku. Bagaimana mereka hidup dan mempertahankan hidupnya dengan tetap memegang teguh hukum adat tentu bakal jadi sesuatu yang tak bisa ditemukan di tempat wisata modern.

Menyatu dan berbaur dengan suku asli bakal jadi momen tak terlupakan seumur hidup. Mengenal budaya negeri sendiri tentu tak bakal rugi justru bakal jadi tambahan pengetahuan dan pengalaman. Berikut 5 suku asli Indonesia yang menarik minat banyak wisatawan.

1. Suku Baduy, Banten

Berada di pedalaman Banten tepatnya di Kabupaten Lebak, tempat ini bisa jadi pelarian dari penatnya kehidupan ibukota. Masih cukup terpencil, wisatawan yang ingin berkunjung harus berjalan dulu untuk sampai di perkampungan suku Baduy. Suku baduy sendiri terbagi dua yakni suku baduy luar dan suku baduy dalam. Untuk sampai ke perkampungan suku Baduy Dalam bisa mencapai 5-6 jam dengan berjalan kaki. Dikenal dengan peraturan yang lebih ketat, pengunjung hanya boleh menginap 1 malam saja di suku Baduy Dalam.

Beberapa peraturan seperti tidak boleh menggunakan HP atau listrik, tidak boleh memfoto, dan sejumlah peraturan lainnya merupakan nilai-nilai yang dijunjung Suku Baduy Dalam. Karenanya mungkin pengunjung yang datang ke daerah Baduy Dalam akan merasa nostalgia ke masa puluhan tahun lalu saat belum ada listrik dan lingkungan masih sangat asri.

2. Suku Tengger, Jawa Timur 

Masih melestarikan budaya asli, banyak acara-acara adat yang sering digelar oleh Suku Tengger. Beragam tradisi seperti beragam upacara dan kesenian masih melekat kental pada warga-warga yang mendiami Desa Ngadas, Kabupaten Malang. Uniknya di daerah Tengger, semua warganya merupakan warga asli Tengger.

Bisa dibilang tidak ada warga pendatang karena tanah yang ada dilarang untuk diperjual belikan. Tak heran jika budaya dan kebiasaan Suku Tengger masih terjaga karena kawasannya hanya didiami warga asli. Satu kegiatan yang banyak dikenal wisatawan dari Suku Tengger adalah acara sedekah bumi yang biasa dilakukan di kawah Bromo yang juga jadi acara yang ditunggu-tunggu banyak wisatawan. Jika ingin ke Malang atau Surabaya, kamu bisa memanfaatkan promo tiket murah pesawat dari Jakarta atau dari kota besar lainnya.

3. Suku Dayak, Kalimantan Timur

Dayak dari kata “daya” berarti hulu atau hilir yang juga bermakna jika suku-suku dayak ini tinggal disekitar hulu yakni di pegunungan sampai hilir dekat area sungai. Desa Budaya Pampang namanya, tempat wisata yang resmi dibuka untuk umum sebagai tempat sentral  mengenal lebih jauh seputar Suku Dayak. Tepatnya berada di Desa Pampang, Samarinda Utara, Kalimantan Timur.

Beragam kesenian ciri khas Dayak bakal kamu temui mulai dari seni lukis, seni pahat, rumah adat, dan juga beragam tari-tarian suku Dayak pun bisa kamu saksikan di desa wisata ini. kegiatan yang paling ditunggu-tunggu wisatawan adalah penampilan Tari Dayak dari warga setempat yang biasa digelar setiap hari Minggu. 

4. Suku Bajo, Sulawesi

Suku Bajo yang dikenal dengan keahlian melaut yang lihai, bisa ditemui disekitar pesisir pulau Sulawesi dan Wakatobi. Hidup dengan cara yang tradisional, Suku Bajo sangat mengandalkan laut sebagai tempat mengadu nasib. Tinggal di pesisir dengan rumah hasil membangun sendiri di atas pantai merupakan ciri khas dari masyarakat Suku Bajo.

Saking terampilnya hidup dilaut bahkan Suku Bajo memiliki perahu khusus yang digunakan untuk tinggal dilaut yang dinamakan Perahu Soppe. Selain ulung di laut, Suku Bajo juga terkenal dengan kehidupannya yang sering berpindah-pindah. Kebiasaan ini sebenarnya warisan dari leluhur suku bajo yang terkenal sebagai pelaut ulung. Namun, saat ini sudah banyak Suku Bajo yang tinggal dan menetap di suatu daerah.
 

5. Suku Sasak, Lombok

Serupa dengan di Kalimantan Timur, bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih jauh tentang Suku Sasak bisa berkunjung ke desa wisata yakni perkampungan Suku Sasak di Dusun Ende, Lombok Tengah. Di Dusun Ende, wisatawan yang datang juga bisa melihat rumah tradisional yang ditinggali warga Suku Sasak dan tentunya mendapat berbagai cerita dari warga asli Suku Sasak.

Satu hal yang mengejutkan bagi orang yang baru ke Lombok, salah satu campuran bagunan rumah di Suku Sasak adalah kotoran kerbau atau kotoran sapi. Hal ini juga berlaku untuk membersihkan rumah. Para wanita mengepel rumah-rumah mereka mengunakan kotoran kerbau. Kotoran kerbau sendiri menurut warga sekitar ampuh mengusir lalat dan nyamuk. 

Tak hanya rumah khas Sasak, suku yang mendiami pulau Lombok ini terkenal dengan kain tenunnya. Kebiasaan memenun ini pula jadi keahlian yang harus dimiliki perempan Suku Sasak. Tandanya seorang perempuan Sasak sudah dewasa dilihat dari kemampuan menenunnya. Tradisi yang masih dipegang teguh pun mengharuskan wanita yang ingin menikah untuk bisa menemun dengan baik.

Jalan-jalan ke Lombok tentu tak cukup hanya dua atau tiga hari saja. Jangan khawatir dengan biaya penginapan. Cari hotel murah hanya di Reservasi.com yang memberikan banyak diskon.     

0 komentar:

Posting Komentar

www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com